Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur melalui pencapaian nilai akademis semata, melainkan juga dari kesiapan murid dalam menghadapi dinamika masa depan. Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan visi tersebut, MAN 19 Jakarta Selatan di bawah pimpinan Drs. H. Ahmad Saifullah telah melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja sepanjang Tahun Pelajaran 2025/2026. Evaluasi ini berfungsi sebagai landasan strategis untuk mengapresiasi keberhasilan program yang telah berjalan, prestasi yang diraih, sekaligus merumuskan upaya pengembangan mutu pendidikan pada tahun ajaran mendatang.

1. Program Kerja yang Telah Dijalankan
Selama Tahun Pelajaran 2025/2026, MAN 19 Jakarta Selatan telah mengimplementasikan berbagai program integratif yang mencakup aspek penegakan disiplin, penguatan karakter religius, kegiatan akademis, serta pengembangan minat dan bakat murid:

  • Penyambutan dan Kedisiplinan: Madrasah secara konsisten menjalankan program penyambutan murid di pintu gerbang yang melibatkan peran aktif guru, OSIS, dan MPK dengan menerapkan program Senyum Salam Sapa, guna menegakkan disiplin secara preventif dengan koordinasi intensif bersama Guru Bimbingan Konseling (BK).
  • Pembiasaan Pagi Terstruktur: Kegiatan harian dimulai dengan pembiasaan positif yang terjadwal secara sistematis, sinergitas antara spritual religius dan nasionalisme, jasmani dan rohani, imtak dan iptek. Kegiatan ini meliputi Upacara Bendera dan pembinaan akhlak oleh Wali Kelas pada hari Senin ; aktivitas keagamaan di masjid (Asmaul Husna, Aqidah Islamiah, Tadarus, shalat Dhuha) diselingi program Sarapan Bersama, Senam Bersama pada hari Selasa dan Kamis ; kegiatan Kepramukaan wajib untuk kelas 10 dan 11 serta Istighasah untuk kelas 12 pada hari Rabu ; pembacaan Yasin dan Tahlil terpusat di masjid pada hari Jumat hingga pengkajian kitab kuning (Ta’lim Muta’allim dan kitab Tasawuf) serta Kelas Akselerasi Amtsilati pada hari Selasa dan Tahfidz pada hari Kamis.
  • Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM): Struktur kurikulum madrasah diterapkan melalui 50 jam pelajaran dalam seminggu, yang mencakup program unggulan keagamaan berupa 3 jam pelajaran Tahfidz dan 2 jam pelajaran Amtsilati. Penegakan tata tertib penggunaan gawai (HP) juga diberlakukan secara disiplin di mana HP disimpan dan hanya digunakan saat diperlukan dalam pembelajaran.
  • Pengembangan Ekstrakurikuler dan Kemitraan Komite: Madrasah memfasilitasi beragam kegiatan ekstrakurikuler (seperti Rohis, Paskibra, Olimpiade Sains, Kesenian, dan Olahraga) yang berorientasi pada kontribusi prestasi. Selain itu, program kemitraan dengan komite seperti outing class, santunan anak yatim, Peringatan Hari Besar Islam dan Nasional (PHBI dan PHBN), berkurban, dan classmeeting telah berjalan dengan sukses.

2. Prestasi yang Telah Diraih
Melalui tata kelola potensi murid yang terstruktur dan didukung oleh penanggung jawab khusus di bidang akademik, non-akademik, keagamaan, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta kelembagaan, MAN 19 Jakarta Selatan selalu berusaha membangun ekosistem kompetisi yang produktif. Beberapa capaian penting yang berhasil diraih antara lain:

  • Sepanjang tahun 2025, MAN 19 Jakarta Selatan berhasil membukukan total 763 prestasi yang membanggakan, mulai dari tingkat kota hingga internasional. Bidang Akademik dengan 498 prestasi, disusul oleh bidang Keagamaan (154 prestasi), dan Non-Akademik (105 prestasi). Skala Kompetisi: Mayoritas penghargaan diraih pada tingkat Nasional (672 prestasi) dan tingkat Internasional (14 prestasi). Apresiasi Menyeluruh: Prestasi tidak hanya diukir oleh peserta didik, tetapi juga didukung oleh pencapaian dari Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta penguatan kapasitas Lembaga.
  • Sepanjang Januari – Mei 2026 MAN 19 Jakarta Selatan telah mengumpulkan total 1.126 prestasi di berbagai tingkatan dan masih berjalan. Bidang Akademik meraih 715 prestasi, disusul oleh bidang Non-Akademik sebanyak 163 prestasi, dan bidang Keagamaan sebanyak 136 prestasi. Skala Kompetisi, sebagian besar penghargaan diraih di tingkat Nasional dengan 1.071 prestasi. Selain itu, daya saing madrasah di kancah global semakin kuat terbukti dengan raihan 40 prestasi Internasional. Kontribusi GTK & Lembaga, di mana Guru turut menyumbang 111 prestasi nasional, serta 1 penghargaan oleh Lembaga. Data ini menjadi bukti nyata dari komitmen seluruh civitas akademika dalam mewujudkan madrasah yang unggul, kompetitif, dan berkarakter.

3. Upaya Pengembangan di Tahun Ajaran 2026/2027
Sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing madrasah, MAN 19 Jakarta Selatan telah merumuskan sejumlah rencana aksi dan pembaharuan untuk Tahun Pelajaran 2026/2027:

  • Peningkatan Output Akademik Higher Education: Pihak madrasah akan membentuk tim sukses khusus untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA), Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) demi mendongkrak capaian nilai rata-rata murid serta meningkatkan jumlah kelulusan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT.
  • Pengembangan Karakter dan Lingkungan Sehat: Madrasah berkomitmen penuh untuk mewujudkan predikat “Madrasah Adiwiyata” dan “Madrasah Ramah Anak”. Hal ini diselaraskan dengan peningkatan akhlak, kebersihan lingkungan madrasah, pembatasan penggunaan kosmetik berlebih bagi siswi, kewajiban membawa botol minum (tumbler) sendiri, serta penegakan etika sopan santun terhadap guru dan tamu.
  • Akselerasi Budaya Kompetisi Digital: “One Student More Achievement”, untuk memacu prestasi, madrasah menetapkan kebijakan baru yang mewajibkan murid mengikuti perlombaan online minimal sekali dalam seminggu dengan bimbingan penuh dari wali kelas dan guru bidang studi, dengan target kontribusi piala/penghargaan dari setiap murid sebulan sekali.
  • Modernisasi Sarana Prasarana Kelas: Langkah konkret kenyamanan belajar akan ditingkatkan melalui penambahan fasilitas kipas angin di setiap kelas, pembatasan penggunaan kipas portabel yang diisi daya dari rumah, serta penutupan setengah kaca jendela ruang kelas agar proses KBM berlangsung lebih fokus dan kondusif.
  • Peningkatan Mutu dan Manajemen GTK: Program pengembangan juga menyasar pada peningkatan kehadiran, kinerja, dan prestasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melalui sistem pembagian kepanitiaan program yang berkeadilan dan merata.

Melalui sinergi antara evaluasi yang objektif dan perencanaan yang terukur, MAN 19 Jakarta Selatan optimis dapat terus mencetak generasi Islami yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, serta siap berkontribusi positif di tingkat nasional maupun internasional.