Humas MAN 19 Jakarta Selatan – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Ribuan masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk para guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari berbagai daerah, memadati ikon ibu kota Jakarta untuk menghadiri acara Doa dan Zikir Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Rangkaian acara diawali dari titik kumpul di Masjid Istiqlal dima para hadirin melangsungkan shalat Ashar berjamaah terlebih dahulu sebelum melakukan long march dari istiqlal menuju area Monas untuk mengikuti acara inti yang dimulai tepat pukul 17.00 WIB.

Sembari menanti acara inti, panggung utama diisi dengan serangkaian pra-acara yang menyejukkan hati, di antaranya kegiatan Khatmil Qur’an yang dipimpin oleh Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti. Kemegahan acara semakin terasa saat Qori Muhammad Zian Fahrezi—Juara 1 MTQ International Al-Ameed Irak 2026—mengumandangkan lantunan ayat suci Al-Qur’an Surat Ar-Rahman ayat 1–14 dengan sangat merdu dan menghayati.

Suasana semakin semarak dan bergema ketika tim hadroh Ahbabul Musthofa mengiringi pembacaan Shalawat Kebangsaan yang dipimpin langsung oleh ulama kharismatik, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Ribuan jemaah secara serentak mengumandangkan shalawat, memanjatkan doa untuk keselamatan dan kejayaan Bangsa Indonesia.

Pada acara tersebut turut hadir tokoh agama dan para pejabat Kementerian agama juga Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam sambutannya, Menteri Agama Republik Indonesia, menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh masyarakat. Beliau menggarisbawahi capaian positif bangsa dalam menjaga harmoni antarumat beragama.“Ikhtiar kita dalam merawat kerukunan juga membuahkan hasil membanggakan. Indeks kerukunan umat beragama meningkat dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 tahun 2025. Tertinggi semenjak negeri ini berdiri. Capaian ini juga melampaui target RPJMN Tahun 2025 sebesar 76,47% dan telah mendekati target akhir Tahun 2029 sebanyak 78,25,” ungkap Menag.

Beliau juga menambahkan bahwa Indeks Kesalehan Umat Beragama mengalami peningkatan signifikan menjadi 84,20 pada tahun 2025.“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada tokoh agama yang terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan,” tegasnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana haru dan toleransi terpancar saat dilangsungkannya doa bersama lintas agama. Dipimpin oleh para tokoh dan pemuka agama dari masing-masing keyakinan, seluruh jemaah yang hadir bersatu dalam pemikiran dan harapan yang sama: memohon kedamaian, kesejahteraan, serta perlindungan Tuhan Yang Maha Esa bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kegiatan “Zikir dan Doa Kebangsaan 2026” ini bukan sekadar momen peribadatan, melainkan simbol nyata dari komitmen persatuan bangsa yang terus terjaga di tengah keberagaman. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, Indonesia senantiasa menjadi negara yang adil, damai dan berdaulat bagi seluruh lapisan masyarakat.