Melalui Outing Class, Siswa –Siswi MAN 19 Jakarta Belajar Senyatanya

Jakarta, 17/3-2017 (Humas MAN 19 Jakarta)

Kegiatan Outing class merupakan media yang efektif dan efsien dalam menyampaikan ilmu pengetahuan. Pembelajaran bukan dari teori saja tetapi juga kebenaran dan bukti nyata di lapangan. Tujuan diadakan Outing Class adalah mendekatkan siswa dengan lingkungan, mempermudah pemahaman materi dengan melihat realita sesungguhnya. Outing Class merupakan satu di antara proses pembelajaran yang inovatif, nyata, dan relevan dengan tuntutan zaman. Pembelajaran yang diawali dengan kajian teoritis hingga pada akhirnya disajikan pada kenyataan.

Di samping sebagai proses pembelajaran, kegiatan outing class tersebut menjadi sarana dan suasana rekreatif yang menyenangkan. Dengan latar belakang di atas, MAN 19 Jakarta khususnya mata pelajaran Sejarah Indonesia mengadakan kegiatan outing class berupa kunjungan ke Gedung Perintis Kemerdekaan, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Djoeang 45, dan Monas pada hari Rabu, 16 Maret 2017 bagi siswa-siswi kelas XI IIK2 yang berjumlah 36 siswa. Kegiatan outing class ini dilaksanakan dalam rangka untuk melihat fakta atau kebenaran sejarah yang tidak saja dipelajari dari sejarah yang dibaca melalui buku-buku tetapi perlu melihat kebenaran atau bukti sejarah dengan berkunjung langsung ke museum atau tempat lainnya. Melalui Outing Class ini, siswa-siswi belajar senyatanya.

            Tempat pertama yang dikunjungi siswa adalah Gedung Perintis Kemerdekaan. Gedung ini adalah saksi bisu dikumandangkannya  Proklamasi Kemerdekaan RI oleh Sang Dwi Tunggal, Ir Soekarno dan Muhammad Hatta. Dahulu gedung ini bernama Gedung Proklamasi yang kini berubah nama menjadi Gedung Perintis Kemerdekaan yang beralamat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat merupakan salah satu tempat paling bersejarah di Jakarta. Di gedung ini siswa menemukan naskah proklamasi asli dengan tulisan tangan sendiri.

            Selanjutnya tempat bersejarah yang dikunjungi lainnya adalah Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Pendirian museum perumusan naskah proklamasi dilatar oleh sejarah panjang bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaannya. Setelah ratusan tahun hidup dalam penjajahan, akhirnya tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan negara Indonesia diproklamasikan. Di sini siswa melihat peristiwa penting sejak persiapan, perumusan, hingga pengesahan atau penandatanganan naskah proklamasi yang merupakan peristiwa sejarah yang tentu hanya terjadi sekali saja dalam sejarah suatu bangsa.

            Kemudian Museum Djoeang 45 adalah tempat lainnya yang dikunjungi siswa. Museum ini merupakan saksi perjuangan yang menyimpan cukup banyak sejarah tentang berbagai peristiwa ketika kemerdekaan RI akan berlangsung.

Gedung ini  menjadi sebuah markas program pendidikan politik yang diselenggarakan untuk beberapa tokoh pemuda yang sangat berperan pada era kemerdekaan, antara lain seperti Sukarni, A.M Hanafi, Chaerul Saleh dan Adam Malik.

            Tempat terakhir yang dikunjungi siswa adalah Monas. Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

            Tugas selanjutnya dari siswa adalah membuat laporan hasil kunjungannya kepada guru mata pelajaran sejarah.

Outing Class

Posted in Kurikulum.