Kajian Rutin Kitab Kuning Jumat MAN 19 Jakarta

Jakarta, 3/3-2017 (Humas MAN 19 Jakarta)

Jumat pagi, 3 Maret 2017 seperti biasanya pukul 06.30 WIB, siswa-siswi MAN 19 Jakarta sudah duduk bersila dengan rapi di lapangan MAN 19 Jakarta. Sementara menunggu acara inti yaitu kajian kitab kuning dengan membahas kitab “Al-‘Usfuriyah” yang dipimpin oleh Kepala MAN 19 Jakarta,  beberapa siswa memimpin pembacaan yasin, tahlil, dan doa mengawali kegiatan pengajian. Guru dan karyawan pun ikut serta duduk bersila di sebelah kanan dan kiri siswa.

Kajian kitab kuning pagi ini membahas tentang 5 hal yang harus dijaga umat manusia apabila ingin masuk surganya Allah SWT yang merupakan lanjutan pembahasan kajian pada hari Jumat lalu tanggal 24 Februari 2017. Pembahasan hari ini dijelaskan dalam sebuah hikayat, ada seorang paling kaya luar biasa bernama Ibrahim bin Adham RA. Suatu ketika beliau keluar rumah ingin berburu kemudian berhenti di tengah jalan untuk makan karena lapar. Beliau membawa banyak makanan. Ketika sedang menikmati makanannya, datanglah seekor burung gagak. Kemudian burung gagak tersebut mengambil sepotong roti dan terbang ke angkasa. Ibrahim bin Adham selanjutnya mengikuti burung tersebut hingga sampai di suatu bukit. Ketika sampai di sana dilihatlah burung gagak tersebut sedang memberi makan seseorang yang tangannya terikat karena perampokkan. Sesampainya di sana Ibrahim bin Adham tadi melepaskan ikatan orang tersebut dan diketahuilah bahwa orang tersebut adalah seorang pedagang yang telah dirampok seluruh harta yang dimilikinya kemudian diikat dan disiksa. Ibrahim bin Adham tersebut heran karena  selama 7 hari itu burung gagak itu sudah memberi makan orang tersebut. Allah SWT tidak membiarkan orang itu lapar. Allah SWT memberi rizki melalui burung tersebut. Akhirnya orang tersebut dibawa ke tempat dimana Ibrahim bin Adham RA berhenti pertama kali. Selanjutnya beliau merenung dan bertaubat. Ia ingin menjadi orang baik. Kemudian dia melepaskan pakaian mahal yang dipakainya dan kudanya beserta harta benda dan makanannya. Tongkat saja yang dia miliki dan rasa pasrah kepada Allah SWT. Selanjutnya dia melanjutkan perjalanan ke Mekkah (ka’bah) tanpa rasa lapar. Kemudian dia bersyukur kepada Allah dan memuji atas karunia yang diberikan.

Posted in Humas.